Tutup
ismanDilahirkan di Bantul, tanggal 12 Juni 1977. Sejak tahun 2000, penulis menjadi koresponden Majalah Perunggasan Poultry Indonesia untuk wilayah DI Yogyakarta. Selanjutnya...

ayub-s-parnataLahirdi Bandung pada tanggal 4 Desember l932. Menamatkan sekolah HBS (SMA) pada tahun 1951. Tahun 1947, penulis mulai bertani anggrek dan digelutinya sampai sekarang. Pada tahun 1956 bersama kelompok tani anggrek memprakarsai berdirinya Perhimpunan Anggrek Indonesia, berpusat di Bandung.

Selanjutnya...
Panel Atas
YOOtheme

Buku Baru

Dahsyatnya Manggis untuk Menumpas Penyakit
Dahsyatnya Manggis untuk Menumpas Penyakit

Sukses Membibitkan Belut di Lahan Sempit
Sukses Membibitkan Belut di Lahan Sempit

Solusi Sehat dengan Jus Buah & Sayuran
Solusi Sehat dengan Jus Buah & Sayuran

Konsultasi Tokek
Konsultasi Lele

konsultasi-lele
Konsultasi Lele

Konsultasi Belut

konsultasi-belut
Konsultasi Belut

Cikal Aksara (imprint)

Seputar Kirim Naskah

tanya-jawab-kirim-naskah

Profil Penulis

Isman
ismanDilahirkan di Bantul, tanggal 12 Juni 1977. Sejak tahun 2000, penulis menjadi koresponden Majalah Perunggasan Poultry Indonesia untuk wilayah DI Yogyakarta.
Read more text
Keistimewaan Itik dengan Sistem Intensif
Ditulis oleh Newsroom   
Selasa, 03 Juli 2007 00:00
Itik terkenal sebagai unggas petelur yang produktif. Maka tak heran jika prospek bisnis itik saat ini cukup menjanjikan. Permintaan telur maupun daging itik makin meningkat saja setiap tahunnya.

Pada dasarnya, pembudidayaan itik ini terbilang mudah. Umumnya, ada dua cara yang biasa dilakukan, yaitu sistem tradisional (gembalaan) dan sistem intensif (dikandangkan). Namun, untuk produktifitas yang tinggi, itik dengan sistem intesif lebih menguntungkan ketimbang sistem tradisional.

Produksi telur itik dengan sistem intensif bisa mencapai 80% setiap tahunnya. Maka dengan produksi yang maksimal, keuntungan yang diperoleh pun akan semakin tinggi. Produksi telur dari itik dengan sistem intensif inipun tidak tergantung pada musim atau cuaca. Hal inilah yang membuat produksi telur menjadi stabil.

Selain itu, beternak itik dengan sistem intensif lebih banyak menghemat air. Pasalnya, air yang diperlukan hanya sebatas untuk minum. Karena itu, usaha ini sangat cocok untuk usaha keluarga, karena tempat yang diperlukan tidak terlalu luas. Bayangkan saja, hanya dengan halaman seluas 5 x 10 m, Anda dapat menampung sekitar 200 ekor itik.

Modal yang diperlukan untuk memulai ternak itik dengan sistem intensif ini pun tidak terlalu besar, apalagi jika bibit awalnya dihasilkan sendiri. Jadi, walaupun biaya pakan yang dikeluarkan cukup banyak, itik juga memberi imbalan setimpal berupa telur setiap harinya.

Keistimewaan lain dari itik dengan sistem intensif ini adalah tidak diperlukannya pejantan, karena yang dihasilkan itik adalah telur konsumsi, bukan telur tetasan. Selain itu, masa rontok bulu itik dengan sistem intensif dapat dipersingkat dan berlangsung serentak.

Keistimewaan itik dengan sistem intensif ini ditulis oleh Redaksi AgroMedia Pustaka dalam buku Beternak Itik Hemat Air. Melalui buku tersebut, Anda yang akan memulai atau mengetahui lebih dalam mengenai bisnis itik, bisa mendapatkan berbagai informasi yang tepat dan akurat. Mulai dari manajemen pemeliharaan dan pemberian pakan, faktor-faktor yang menentukan kelayakan kandang, penyakit itik dan pengendaliannya, sampai prospek bisnis beternak itik petelur.