Tutup
ismanDilahirkan di Bantul, tanggal 12 Juni 1977. Sejak tahun 2000, penulis menjadi koresponden Majalah Perunggasan Poultry Indonesia untuk wilayah DI Yogyakarta. Selanjutnya...

ayub-s-parnataLahirdi Bandung pada tanggal 4 Desember l932. Menamatkan sekolah HBS (SMA) pada tahun 1951. Tahun 1947, penulis mulai bertani anggrek dan digelutinya sampai sekarang. Pada tahun 1956 bersama kelompok tani anggrek memprakarsai berdirinya Perhimpunan Anggrek Indonesia, berpusat di Bandung.

Selanjutnya...
Panel Atas
YOOtheme

Buku Baru

Ensiklopedia Dinosaurus & Binatang Purba
Ensiklopedia Dinosaurus & Binatang Purba

3 Jam Mahir Membuat dan Menghias Cupcake & MInicake
3 Jam Mahir Membuat dan Menghias Cupcake & MInicake

Dahsyatnya Manggis untuk Menumpas Penyakit
Dahsyatnya Manggis untuk Menumpas Penyakit

Konsultasi Tokek
Konsultasi Lele

konsultasi-lele
Konsultasi Lele

Konsultasi Belut

konsultasi-belut
Konsultasi Belut

Cikal Aksara (imprint)

Seputar Kirim Naskah

tanya-jawab-kirim-naskah

Profil Penulis

Isman
ismanDilahirkan di Bantul, tanggal 12 Juni 1977. Sejak tahun 2000, penulis menjadi koresponden Majalah Perunggasan Poultry Indonesia untuk wilayah DI Yogyakarta.
Read more text
Panduan Praktis Budi Daya dan Bisnis Tokek
Ditulis oleh Adi Baskoro   
Rabu, 24 Maret 2010 08:52
dahsyatnya-bisnis-tokekBelakangan ini, tokek menjadi salah satu jenis reptil yang mulai banyak dilirik oleh kalangan masyarakat dan investor. Selain bentuk fisiknya yang unik, tokek juga dipercaya mampu mengobati beragam penyakit, seperti penyakit kulit (gatal-gatal), eksem, asma, bahkan dalam sebuah penelitian tokek mampu mengatasi kanker dan virus HIV/AIDS. Keistimewaan inilah yang menjadikan tokek dijual dengan harga tinggi.

Berawal tahun 1996, ketika isu tentang maraknya tokek mulai merebak, banyak orang yang mulai mencari tokek. Mereka tertarik untuk mencari tokek karena adanya investor asing yang sanggup membeli tokek dengan harga hingga mencapai ratusan juta rupiah. Sungguh harga yang fantastis! Namun, tokek tersebut harus memenuhi beberapa kriteria khusus, seperti beratnya harus di atas 3.5 ons, tidak cacat, dan merupakan jenis tokek rumah atau tokek pohon.

Buku “Dahsyatnya Bisnis Tokek” yang ditulis oleh Ir. Agus Broto Susilo & Purwadaksi Rahmat memaparkannya secara lugas atas pengalamannya berbisnis tokek. Contohnya, ketika penulis memiliki tokek seberat 3.5 ons di Sulawesi dan Solo, berhasil dibeli oleh seorang buyer dengan harga 35 juta rupiah. Itu pun karena ia belum mengetahui harga pasaran tokek. Padahal, sebenarnya tokek seberat itu nilai jualnya ada yang mencapai 1.5 miliar rupiah.

Berawal dari itu, pria kelahiran Solo ini memercayai bisnis ini. Namun kendalanya, sangat sulit menjumpai atau menemukan tokek dengan berat kisaran tersebut. Untungnya, tokek termasuk hewan reptil yang bisa dibesarkan dan dibudidayakan. Dengan cara ini, ia optimis akan dapat menjual kembali tokek dengan harga fantastis. Terbukti hingga kini, ia masih memelihara beberapa ekor tokek rumah untuk dibudidayakan dan dibesarkan.

Sayangnya, teknik membudidayakan tokek belum sepenuhnya dikuasai masyarakat. Maka, melalui buku yang diterbitkan AgroMedia Pustaka ini, penulis mencoba berbagi kiat dan teknik membudidayakan dan membesarkan tokek.

Di dalam buku ini dibahas mulai dari cara tepat menangkap tokek, baik di alam bebas maupun di daerah hunian, teknik pembuatan kandang, pemeliharaan dan perawatan yang meliputi pakan, pencegahan hama serta penyakit, pemberian suplemen untuk menambah bobot tokek, hingga menjaga kondisi tokek.
Terakhir diperbarui, Rabu, 24 Maret 2010 08:57