Tutup

Lahir pada tanggal 8 Maret 1964. Pendidikan SD hingga SMA dijalaninya di kota kelahiran, Tulungagung, Jawa Timur. Meraih gelar sarjana pertanian dari Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1988. Selanjutnya...
Surya Gunawan menyelesaikan pendidikan sarjananya dari Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bandung. Selanjutnya, penulis bekerja di beberapa perusahaan lokal dan PMA. Selanjutnya...
Panel Atas
YOOtheme

Buku Baru

Buku Pintar Budi Daya & Bisnis Lele
Buku Pintar Budi Daya & Bisnis Lele

Petunjuk Praktis Membuat Pestisida Organik
Petunjuk Praktis Membuat Pestisida Organik

Petunjuk Praktis Budi Daya Patin di Kolam Terpal
Petunjuk Praktis Budi Daya Patin di Kolam Terpal

Konsultasi Lele

konsultasi-lele
Konsultasi Lele

Konsultasi Belut

konsultasi-belut
Konsultasi Belut

Cikal Aksara (imprint)

Profil Penulis

Ir. Wahyudi

Lahir pada tanggal 8 Maret 1964. Pendidikan SD hingga SMA dijalaninya di kota kelahiran, Tulungagung, Jawa Timur. Meraih gelar sarjana pertanian dari Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1988.
Read more text
Usaha Mandiri Budi Daya Jamur Konsumsi
Ditulis oleh Newsroom   
Senin, 28 Desember 2009 13:22
Permintaan jamur konsumsi kian hari semakin tinggi. Animo masyarakat semakin tinggi seiring dengan pengetahuan mereka atas manfaat dan kelezatan jamur. Selain rasanya lezat, bergizi, jamur memiliki manfaat medis bagi konsumen. Bahkan, baru-baru ini ditemukan oleh peneliti Prancis dan Cina, ternyata jamur bisa membunuh virus HIV.

Nilai gizi jamur memiliki kandungan nutrisi yang terbilang lengkap, seperti vitamin, kalium, kalsium, natrium, fosfor, besi, dan magnesium. Kandungan lemak pada jamur sangat rendah sehingga cocok dikonsumsi bagi yang sedang melakukan diet. Sedangkan sisi manfaat jamur bagi kesehatan, memiliki beberapa fungsi. Misalnya jamur tiram, bisa menurunkan kolesterol, menambah sel darah merah, dan mengobati kanker. Jelas, jamur merupakan makanan sehat.

Dengan tingginya permintaan jamur, prospek bisnis jamur di Indonesia cukup menjanjikan. Budi daya jamur sangat menguntungkan. Pasalnya, waktu panen jamur relatif singkat, yakni 1—3 bulan. Maka, perputaran modal juga bisa berlangsung lebih cepat. Modal yang dibutuhkan juga tidak besar. Bahan bakunya mudah didapat, lahan pembudidayaan yang tidak luas, teknologinya mudah dipelajari, dan risiko kegagalannya cenderung rendah.

Berdasarkan rasio pendapatan dan modal yang dikeluarkan, bertanam jamur di lahan kumbung 6 x 6 meter bisa menghasilkan keuntungan Rp 6.653.300. Apabila dikelola lebih serius dengan skala produksi besar, tentu keuntungannya akan lebih besar lagi. Return of investment (ROI) usaha jamur mencapai 97%. Artinya, setiap modal atau pengeluaran 1 rupiah bisa menghasilkan keuntungan 0.97 rupiah.

Selanjutnya, bagaimana dengan teknik budi daya jamur yang baik dan menguntungkan? Langkah-langkah apa saja yang harus dipersiapkan? Bagaimana rincian analisis usahanya? Sebagai jawabannya, AgroMedia menerbitkan Buku Pintar Bertanam Jamur Konsumsi. Buku ini bisa Anda jadikan acuan yang tepat dalam budi daya jamur konsumsi, yakni jamur tiram, kuping, shiitake, merang, dan champignon.

Di dalam buku yang disusun Redaksi AgroMedia ini, berisi pembahasan lengkap budi daya jamur. Mulai dari pengenalan jamur, prospek bisnis jamur, persiapan budi daya, pembuatan bibit, pembuatan media, perawatan, pencegahan hama dan gulma, hingga perincian analisis usaha lima jenis budi daya jamur. Melalui buku ini, Anda bisa merintis dan mengembangkan usaha budi daya jamur secara mandiri.

Selamat berkarya!


 
Terakhir diperbarui, Senin, 28 Desember 2009 13:27
 

  RALAT BUKU:                                                                                      

Pembaca yang terhormat,
Ada tambahan data pada buku berjudul Buku Pintar Budi Daya dan Bisnis Walet, pada lampiran III hal 168 sebagai berikut.

http://waletonline.com
Pemilik : Bapak Ferry Wijaya
Hp: 081703228898

Terima kasih
Redaksi AgroMedia